Menilik Posko Banser di Lokasi Bencana

Di halaman sebuah rumah sederhana itu, nampak beberapa meja dan kursi plastik di bawah atap sementara dari terpal. Beberapa personel Banser nampak duduk-duduk melewati waktu selepas berbuka puasa. Di dalam rumah sendiri nampak tumpukan barang bantuan dalam bungkusan kardus yang menggunung.
Satu mobil bak terbuka datang dan seorang pria datang menghampiri. Ia mengaku ingin menyerahkan sumbangan lalu para petugas piket sigap melayani sang tamu yang disertai beberapa pria lain. Mereka mengaku dari Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, yang membawa sumbangan hasil iuran masyarakat desanya.
Demikian gambaran aktivitas petugas piket Posko Banser di Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, yang pada Sabtu malam (18/06) dilanda bencana tanah longsor. Posko ini menempati rumah penduduk yang bernama Ibu Hindun.
Seorang anggota Banser bernama Muslihudin (34) mengaku sebagai adik sepupu Ibu Hindun. Si empunya rumah sendiri tidak nampak karena sibuk sebagai petugas masak di dapur umum samping rumah.
Muslihudin menyatakan jika rumah itu dipilih karena dekat titik longsor dan pemiliknya merupakan kerabat dari beberapa anggota Banser dari dusun sebelah yaitu Droko. “Pemiliknya sudah ikhlas” papar Muslihudin yang tinggal di Dusun Droko, Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo.
Di posko ini para personel Banser mengelola donasi dari berbagai sumber baik dari elemen NU sendiri, lembaga mupun perorangan. Tempat ini juga menjadi persinggahan bagi relawan Banser dari luar Purworejo yang datang membantu proses evakuasi.
Meskipun sederhana namun para personel Banser nampak begitu bersemangat dalam bertugas di tempat ini. Seorang anggota Banser dari Satkoryon Kecamatan Bagelen, Surahman (39) adalah salah satu petugas yang betah berhari-hari di tempat itu. “Baru pulang sekali” pungkasnya. [Myd]

Post a Comment

0 Comments